Pada acara peringatan 17 Agustusan di beberapa tempat selalu diadakan lomba panjat pohon pinang.
Memang panjat pohon pinang telah menjadi tradisi dan pesta rakyat yang paling dinanti. Di atas pohon pinang telah ditaruh barang-barang menarik seperti elektronik,sepeda,HP dan uang tunai. Bagaimana untuk meraihnya? Para peserta yang biasanya dibagi per group sekitar 5 orang harus memanjat batang pohon pinang yang telah dilumuri oli dan minyak gemuk sehingga sangat licin.
Para peserta sangat bersemangat, mereka harus menginjak teman,menggendong agar bisa meraih hadiah tersebut. Kadang terlihat orang yang paling bawah adalah yang paling menderita karena harus menjadi tumpuan teman-teman di atasnya. Walau sakit, susah, namun berkat kerjasama maka mereka meraih kesuksesan. Ini juga yang terjadi di lingkungan pekerjaan. Untuk mencapai target yang diberikan maka kerjasama team harus berjakan dengan baik.
Setiap karyawan harus saling mendukung bahkan rela “diinjak” teman lainnya. “Diinjak” disini diartikan bekerja lebih keras untuk memuluskan jalan berikutnya. Misal mempersiapkan proposal yang sempurna, perhitungan biaya yang akurat, standard operation procedure (sop) yang tepat agar teman yang melaksanakan tidak salah. “Diinjak” bisa diartikan rela mengambil atau membantu pekerjaan teman jika mereka kesulitan, mungkin sedang tidak fit dan sebagainya. Jika kita semua sadar akan pentingnya arti kerjasama maka target yang diberikan pastilah dapat tercapai. Bayangkan jika orang-orang yang memanjat pohon pinang tidak mau diinjak temannya mana mungkin mereka bisa mencapai puncak. Ayo tingkatkan kerjasama di team Anda.
Timoteus Talip
Penulis buku “Basmi Manipulasi Manajemen” dan “Lorong Gelap yang Kutinggalkan”.
Karyawan bank swasta.